Tips Memilih Hosting VPS Server untuk Ujian Online

Tips Memilih Hosting VPS Server untuk Ujian Online

Ujian online bukan lagi sesuatu yang baru. Beberapa perguruan tinggi telah menerapkan sistem dan berhasil mengurangi biaya saat ujian langsung. Saat ini, sekolah terutama tingkat SMP dan SMA juga mulai menggunakan ujian online. Berbagai aspek perlu dipersiapkan agar sistem ujian tersebut tidak bermasalah.

Faktor yang berperan penting adalah server dan hosting. Tips berikut ini akan menjelaskan cara memilih Hosting VPS Server untuk ujian Online yang tepat.

Hosting VPS Server untuk Ujian Online yang Optimal dan Efektif

  • Sistem ujian
    Sebelum memilih server, langkah pertama adalah menentukan sistem ujian yang dipakai. Contohnya, kampus memberikan ujian dalam bentuk essay dan peserta wajib upload jawaban secara langsung. Ada juga sistem pilihan ganda yang sering dipakai sebagai kuis. Masing-masing membutuhkan konfigurasi server yang berbeda.

 

  • Database peserta dan panitia
    Tahap selanjutnya adalah menyiapkan database peserta dan panitia. Sistem ujian menggunakan identifikasi misalnya username, ID, atau kode tertentu serta password. Selain para peserta, panitia atau tim penilai juga memiliki akses untuk mengecek jawaban terutama ujian berbasis essay. Jika bentuk pilihan ganda, hasil akan muncul secara otomatis.

 

  • Provider hosting VPS dan server cadangan
    Memilih provider untuk Hosting VPS Server untuk ujian Online tidak sulit. Secara umum, VPS Full Manage yang regular sudah cukup karena traffic ke server tidak terlalu besar. Jika bingung memilih dari sekian banyak opsi, bandingkan provider yang terkenal dan bereputasi tinggi. Mereka pasti menyediakan jasa VPS dengan tawaran menarik dan bonus. Selain itu, siapkan juga server kedua dan ketiga yang berfungsi sebagai cadangan.

 

  • Instalasi server dan sistem penunjang
    Tahap selanjutnya adalah install server dan sistem penunjang. Hosting VPS Server untuk ujian Online mirip saat konfigurasi website dengan CMS. Para peserta cukup membuka link atau domain yang nanti mengarah ke server. Anda sendiri bisa membuat sistem ujian sendiri hanya dengan CMS dan banyak module atau add-on untuk kebutuhan tersebut. Sekolah biasanya sudah menyiapkan tim pengembang dan teknis yang bertugas melakukan instalasi. Satu lagi yang juga penting adalah aplikasi, lisensi, dan bandwidth. Semuanya harus siap dan tidak bermasalah.

 

  • Tes koneksi, traffic, dan request
    Setelah install selesai, tahap berikutnya adalah melakukan tes koneksi dan percobaan ujian. Ini merupakan bagian krusial untuk mengetahui apakah sistem ujian online berfungsi atau tidak. Sekolah atau kampus tidak ingin ada masalah terutama di sisi teknis. Selain itu, server juga membutuhkan percobaan request di traffic tinggi. Sistem harus mampu menampung request dengan batas maksimal tertentu bahkan dibuat unlimited ke semua user.

 

  • Keamanan dan backup
    Keamanan juga penting terutama ujian online yang berpengaruh luas. Beberapa ujian memakai sistem online tetapi peserta harus hadir di ruangan atau lokasi. Jika memakai sistem ini, keamanan bukan masalah besar karena dari awal sudah diatur sedemikian rupa agar sesuai kapasitas. Sebaliknya, Hosting VPS Server untuk ujian Online yang sifatnya terbuka membutuhkan keamanan agar tidak ada gangguan misalnya DDos.

Dari penjelasan diatas, satu lagi yang berperan di balik layar adalah biaya. Secara umum, membuat ujian online dengan vps sama dengan hosting website. Peserta dianggap sebagai visitor yang berinteraksi langsung ke server dan sistem. Budget atau dana untuk menerapkan sistem ini tidak besar bahkan dapat dibiayai secara personal. Item biaya termasuk juga keamanan sehingga hosting tidak bermasalah.