Archive

IMAP

IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada.

Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP3 (Post Office Protocol versi 3) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali.

IMAP memungkinkan Anda mengakses email di mana saja, dari semua perangkat. Ketika membaca pesan email menggunakan IMAP, email tidak benar-benar diunduh atau disimpan di komputer; namun, Anda membacanya dari layanan email. Hasilnya, email dapat dilihat dari perangkat yang berbeda, di mana saja di seluruh dunia: telepon, komputer, atau komputer rekan Anda.

IMAP hanya mengunduh pesan saat pesan diklik, dan lampiran tidak diunduh secara otomatis. Dengan demikian, Anda dapat melihat pesan jauh lebih cepat daripada menggunakan POP.

IP Address

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.

Panjang dari angka ini adalah 32 bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

  • IP versi 4 (IPv4)
  • IP versi 6 (IPv6)

Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.

Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal.

Informasi ini bisa diketahui dengan mengkombinasikan IP address dengan 32 bit angka subnet mask. IP address memiliki beberapa kelas berdasarkan kapasitasnya, yaitu Class A dengan kapasitas lebih dari 16 juta komputer, Class B dengan kapasitas lebih dari 65 ribu komputer, dan Class C dengan kapasitas 254 komputer.

Hosting

Hosting adalah tempat atau jasa internet untuk membuat halaman website yang telah anda buat menjadi online dan bisa diakses oleh orang lain.

Sedangkan Hosting Itu Sendiri Adalah : jasa layanan internet yang menyediakan sumber daya server-server untuk disewakan sehingga memungkinkan organisasi atau individu menempatkan informasi di internet berupa HTTP, FTP, EMAIL atau DNS.

Server hosting terdiri dari gabungan server-server atau sebuah server yang terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi.

Jenis – Jenis Hosting yang ada :
Ada beberapa jenis layanan hosting yaitu:

  • Shared Hosting
  • VPS atau Virtual Dedicated Server
  • Dedicated Server
  • Colocation Server

htaccess

Pengertian

File .htaccess adalah file text sederhana dalam format ASCII. Pada umumnya kita bisa menggunakan file .htaccess untuk merubah beberapa konfigurasi untuk mengarahkan pada web server Apache. File .htaccess dapat ditaruh dimapun pada folder website Anda.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dengan .htaccess, diantara yaitu:

  • Mencegah pengunjung melakukan browsing direktori
  • Me-redirect pengunjung dari satu halaman ke halaman lain
  • Memberi proteksi password pada direktori
  • Mengubah default halaman index pada folder tertentu
  • Mencegah hot-linking of images dari website

Banyak hal yang dapat dilakukan dengan .htacces, diantaranya yaitu:

  1. Membuat halaman pesan kesalahan sendiri
    Dengan menggunakan file .htacces, Anda dapat membuat halaman pesan kesalahan yang dapat dilakukan untuk website Anda sendiri dan tidak perlu menggunakan settingan default dari server. Dengan membuat halaman pesan seperti ini membuat website Anda terlihat lebih profesional dalam menangani kesalahan yang terjadi bahkan juga mengijinkan untuk membuat script yang dapat memberitahu Anda jika terjadi kesalahan.Berikut adalah pesan kesalahan yang sering terjadi:

    401 – Authorization Required
    400 – Bad request
    403 – Forbidden
    500 – Internal Server Error
    404 – Wrong page

    Anda dapat menggunakan pesan kesalahan Anda sendiri selama mengetahui kode yang digunakan (contoh: 404 page not found) dengan menambahkan perintah ke dalam file .htacces Anda:

    ErrorDocument kode /file.html atau

    ErrorDocument kode http://www.namadomain/file.php


    Contohnya jika Anda mempunyai file notfound.html di dalam root direktori dari website, Anda bisa menggunakannya untuk 404:

    ErrorDocument 404 /notfound.html atau

    ErrorDocument 404 http://www.namadomain/notfound.php


    Namun jika file tersebut tidak berada di dalam root direktori dari website, Anda dapat menambahkannya struktur direktori seperti berikut:

    ErrorDocument 404 /error/notfound.html

    Kemudian buat file untuk menampilkan pesan kesalahan ketika kesalahan itu terjadi dan upload file-file tersebut, juga upload file .htaccess.


  1. Allow/Deny Browsing Terhadap Folder
    Jika browsing pada folder yang belum diberikan file .htaccess, orang yang mengakses sebuah URL dari website Anda dimana folder tersebut tanpa halaman index, akan melihat list dari file dan folder yang terdapat di dalamnya.Untuk mencegah hal-hal seperti akses, dapat menaruh perintah seperti berikut:
    IndexIgnore */*

    Jika suatu saat kita perlu melakukan direktori browsing, dapat menaruh perintah pada file .htaccess:
    Options +Indexes

  1. Mencegah Hot Linking dan Bandwidth Leeching
    Apabila website berisi gambar-gambar dan website lain melakukan link ke gambar kita untuk ditampilkan di website mereka, maka bandwidth yang kita miliki akan berkurang.
    Untuk mencegah hal tersebut, dapat menggunakan perintah:

    RewriteEngine on
    RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
    RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?domainAnda/.*$ [NC]
    RewriteRule .(gif|jpg)$ – [F]

    Perintah tersebut akan membuat direktori image hanya bisa diakses jika user sedang mengakses website Anda.


  1. Mencegah Akses Terhadap File .htaccess
    untuk mencegah pengunjung melihat file .htaccess kita, bisa menggunakan perintah dibawah ini pada file .htaccess:

    <Files .htaccess>
    order allow,deny
    deny from all
    </Files>


  2. Redirect Halaman
    File .htacces juga dapat difungsikan untuk melakukan redirect sebuah web atau sebuah halaman atau file html  yang terdapat pada sebuah web menuju halaman tujuan yang sudah ditentukan.Hal ini biasa dilakukan ketika sedang dilakukan perawatan website oleh pengelola website. Contohnya:
    Redirect  /home/html/web/index.html  http://namadomain/home.html
    Redirect permanent /olddirectory http://namadomain/newdirectory/

    – Pada baris pertama adalah perintah untuk redirect file index.html yang terdapat pada document root (/home/html/web) menjadi home.html
    – Pada baris kedua adalah perintah untuk redirect directory lama pada web anda diarahkan ke directory web yang baru.


  1. Canonicalization
    .htaccess yang paling umum adalah mengetahui apakah halaman home website Anda memiliki masalah canonicalization atau tidak. Canonicalization adalah satu website yang halaman home-nya memiliki format URL berbeda, seperti contoh: www.namadomain.com, namadomain.com, www.namadomain.com/index.html, namadomain.com/index.html.

    Namun canonicalization tidak baik untuk sistem SEO, karena trafik menuju website dihitung sebagai URL yang berbeda, meskipun isinya sama. Anda bisa mengatasi Canonicalization dengan menambah script pada file .htaccess Anda, script tersebut akan membuat berbagai format URL Anda menuju ke www.domainAnda.com:

    Options +FollowSymLinksRewriteEngine onRewriteCond %{HTTP_HOST} ^namadomain.comRewriteRule (.*) http://www.domainAnda.com/$1 [R=301,L]RewriteCond %{THE_REQUEST} ^[A-Z]{3,9}\ /index\.html\ HTTP/

    RewriteRule ^index\.html$ http://www.domainAnda.com/ [R=301,L]

HTTP

Pengertian

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) merupakan istilah yang diberikan pada sebuah protokol dan dipergunakan untuk mengirimkan dokumen dari WWW (World Wide Web). HTTP dapat pula diartikan sebagai protokol jaringan untuk pendistribusian sistem informasi hypermedia secara kolaboratif.

Protokol HTTP sendiri pertama kali digunakan pada sekitaran tahun 1990. Saat itu, yang dipakai adalah HTTP versi 0,9 yang masih berupa mentahan protokol transfer data. Artinya, data dikirimkan tanpa melihat tipe dokumen yang dikirimkan.

Lalu sekitar 6 tahun kemudian pada 1996, terdapat perkembangan dari protokol HTTP sehingga berubah menjadi HTTP versi 1.0. Versi ini masih terus dikembangkan hingga pada 1999 diluncurkan versi 1.1 yang sudah berhasil mengakomodasi proxy, cache,serta koneksi yang persisten.

Fungsi

Mungkin Anda pun telah menyadari bahwa HTTP selalu muncul di setiap alamat halaman website. Memang betul bahwa setiap layanan web menggunakan protokol HTTP untuk dapat berjalan. Namun terdapat pula protokol HTTPS yang merupakan variasi dari HTTP, yang akan dibahas perbedaannya dengan HTTP pada poin selanjutnya.

Fungsi utama dari protokol HTTP sebenarnya cukup sederhana, yaitu untuk mengkomunikasikan satu komputer dengan lainnya. Protokol sendiri bisa diibaratkan seperti perintah yang wajib dijalankan setiap komputer agar dapat mengirim dan menerima pesan.

Selain HTTP, terdapat jenis protokol lainnya seperti SMTP, FTP, IMAP atau POP3. Hanya saja, HTTP lah yang paling banyak digunakan dan cukup populer.

Selain itu, HTTP juga berfungsi untuk menentukan bagaimana sebuah data atau pesan dapat ditransmisikan maupun diformat menjadi bentuk yang dapat merespon browser untuk menampilkan data-data tersebut.

Internet Engineering Task Force bekerja sama dengan World Wide Web Consortium untuk pengembangan HTTP, sehingga dapat berfungsi untuk mengambil interlink dokumen teks yang disediakan web serta untuk mendapatkan akses sumber daya melalui web dengan menggunakan URL (Uniform Resource Locator).

Cara Kerja

Secara singkat, cara kerja HTTP dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Pertama-tama, komputer klien (HTTP klien) membuat sambungan, lalu mengirimkan permintaan dokumen ke web server.
  2. HTTP server kemudian memproses permintaan klien, sementara itu, HTTP klien menunggu respon dari server tersebut.
  3. Web server merespon permintaan dengan kode status data, lalu barulah menutup sambungan ketika telah selesai memproses permintaan.

Pada intinya, dalam kasus HTTP, client terlebih dahulu melakukan permintaan data kepada server, lalu kemudian server mengirimkan respon berupa file HTML yang ditampilkan dalam browser, ataupun data lainnya yang diminta oleh klien.

Sementara itu, HTTPS bekerja dengan menggunakan sublayer berupa SSL atau TLS (Transport Layer Security), tentu berbeda dengan HTTP yang memiliki aplikasi layer biasa. Oleh karena itulah HTTPS sering disebut juga sebagai kombinasi dari HTTP dan SSL/TLS.

FTP

File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client.

FTP server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.

FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan permission yang diberikan oleh FTP server.

Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :
• Untuk tujuan sharing data
• Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
• Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
• Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien

Email

Pengertian Email

Email adalah singkatan dari Elektronik Mail atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Elektronik merupakan sarana dalam mengirim surat yang dilakukan melalui media internet. Media internet yang dimaksud bisa melalui komputer atau handphone yang memiliki akses internet.

Pada umumnya mengirim surat biasa akan di kenakan biaya ( Membeli Perangko ) namun pada Surat Elektronik hanya dibutuhkan sambungan internet.

Fungsi Email

Email adalah alamat resmi kita di dunia maya. Dengan menggunakan email kita dapat terhubung dalam berbagai kegiatan internet, seperti bergabung di situs jejaring sosial semisal Facebook dan twitter maka saat pendaftaran akan membutuhkan email.

Saat ini, Email telah berkembang hingga memiliki fungsi yang sangat beragam. Mengirim file, foto, video dan Chat dengan teman dan keluarga menjadi lebih mudah.

EPP Code

Kode EPP merupakan kepanjangan dari Extensible Provisioning Protocol. Yang artinya yaitu suatu kode pengamanan untuk melakukan transfer nama domain. Tanpa kode ini anda tidak dapat melakukan transfer domain ke registrar lainnya.

Atau dengan kata lain, kode ini merupakan suatu kode yang membuktikan bahwa nama domain ini milik anda dan bukan milik orang lain. Kode EPP terdiri dari kombinasi beberapa huruf dan angka yang sifatnya unik. Perlu diingat, bahwa kode tersebut hanya dimiliki oleh pemilik nama domain.

Setiap pemilik nama domain berhak mendapatkan kode EPP yang sifatnya unik dan berbeda satu dengan yang lainnya.

Kode EPP merupakan suatu kode pengamanan untuk melakukan transfer nama domain ke registrar lain. Bentuk kode ini berupa kombinasi huruf dan angka yang sifatnya unik. Kode tersebut berguna untuk memastikan hanya pemilik nama domain yang dapat mentransfer nama domainnya.

Domain

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi alamat (IP address) server komputer seperti web server atau email server di internet.

Domain memberikan kemudahan pengguna internet untuk melakukan akses ke server dan memudahkan mengingat server yang dikunjungi dibandingkan harus mengingat sederetan angka-angka IP Address.

Domain memiliki beberapa level, yaitu :

  1. Top Level Domain (TLD) adalah deretan kata dibelakang nama domain seperti

    .com (dotcommercial)
    .net (dotnetwork)
    .org(dotorganization)
    .edu(doteducation)
    .gov(dotgoverment)
    .mil(dotmilitary)
    .info (dotinfo)
    dll

    Ada dua macam Top Level Domain, yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). gTLD adalah seperti yang pada di list diatas dan ccTLD adalah TLD yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID (co.id, net.id, or.id, web.id dst) atau Malaysia dengan kode MY (com.my, net.my, dst).

  2. Second Level Domain (SLD) adalah nama domain yang anda daftarkan. Misalnya nama domain yang anda daftarkan adalah domainku.com, maka domainku adalah SLD dan .comnya adalah TLD.
  3. Third Level Domain adalah nama setelah Second Level Domain . Misalnya nama domain yang anda miliki adalah domainku.com, maka anda dapat menambahkan nama lain sebelum domainku, yaitu mail.domainku.com atau estrex.domainku.com.

Adapun layanan yang menjual third level domain salah satunya adalah enom dengan : .us.com, .br.com, .cn.com, dst. Atau yang gratis seperti co.cc, cz.cc dst.